Showing posts with label Inspiration. Show all posts
Showing posts with label Inspiration. Show all posts

Monday, March 4, 2013

Pentingnya Performance dalam Software


Abis nonton video disini: http://ocw.mit.edu/courses/electrical-engineering-and-computer-science/6-046j-introduction-to-algorithms-sma-5503-fall-2005/video-lectures/lecture-1-administrivia-introduction-analysis-of-algorithms-insertion-sort-mergesort/

Baru 25 menit nonton, sudah mendapatkan pencerahan yang outstanding. Ada alasannya memang, kenapa MIT terkenal sebagai salah satu universitas Top di Dunia, kuliah undergraduate-nya saja masih bisa memberikan pencerahan kepada salah satu lulusan S2 ITB. 

25 menit awal tersebut membicara performance. Professor tersebut menanyakan hal apa yang lebih penting dari performance? beberapa mahasiswa menjawab:
  • Correctness. Benar atau tidaknya program
  • Stability/ Robustness. Robust atau tidaknya program
  • Programmer Time. Waktu yang dihabiskan untuk membuat program
  • Scalability. apakah program bisa di scale-up-kan atau tidak
  • User-Friendliness. Apakah program mudah digunakan atau tidak
  • Security. Keamanan dari program
Kemudian professor tersebut menambahkan lagi:
  • Modularity. Modularitas program, agar bug/perubahan di satu tempat tidak mempengaruhi tempat lain
  • Functionality. Apakah program memiliki fitur-fitur yang lengkap atau tidak
Ternyata banyak parameter yang lebih penting dari performance. Lantas mengapa justru performance yang dipelajari?
Melihat parameter-parameter lain diatas yang lebih penting dari performa, apabila ditelusuri lebih dalam, sebenarnya membutuhkan performa. Sebagai contoh:
  • User-Friendliness. Program jadi not so user friendly kalo ada lag ato musti nunggu lama
  • Correctness. Bila ada kebutuhan 'real-time', performance kurang baik yang mengakibatkan ada delay 1 menit akan membuat program tersebut not so realtime
Oleh karena itu, performa adalah mata uang dalam program. Dengan performa, security bisa diaplikasikan. Dengan performa, user-friendliness bisa dicapai, dengan performa, correctness bisa dipenuhi. Parameter-parameter lain dipenuhi oleh performa. Parameter-parameter lain di-'beli' oleh performa. Perfoma by itself tidak penting, namun menjadi salah satu paling penting jika digunakan untuk mengadakan parameter-parameter lain. Mirip dengan uang, by itself uang tidak bisa dimakan, dikenakan, ditinggali, namun uang bisa digunakan untuk mengadakan makanan, baju, tempat tinggal dan lain-lain.

Semoga bermanfaat, dan please do visit link diatas jika ada waktu senggang.

Friday, November 2, 2012

Salah Satu Ahli Surga

Dapet cerita waktu ceramah Idul Adha, ceritanya inspiratif, setidaknya menurut gw. Credits untuk yang pertama kali menceritakan ini, dan Uztad yang ceramah di Idul Adha Jatiwaringin Asri Blok E deket puskesmas tempat gw sholat ied, hehe.

 ---------------------------

Alkisah pada suatu waktu, Rasulullah SAW sedang menunggu sholat dzuhur di mesjid bersama sahabat-sabahat-nya. Ditengah-tengah menunggu adzan, Beliau berkata sebentar lagi seorang ahli surga akan melewati pintu mesjid. Sahabat-Sahabat kemudian memperhatikan pintu tersebut, kemudian didapati seorang pemuda Anshor yang nampak biasa-biasa saja, bukan termasuk sahabat terdekat Rasulullah.

Kejadian ini berulang sampai beberapa kali, Rasulullah SAW mengatakan ahli surga akan masuk melewati pintu mesjid, dan didapati pemuda tersebut lagi yang muncul. Singkat kata, memang pemuda tersebut yang dimaksud Rasulullah SAW sebagai ahli surga.

Kemudian salah satu sahabat sangat penasaran dan berniat mengetahui alasan mengapa pemuda tersebut dikatakan ahli surga. Sahabat tersebut mendatangi pemuda untuk meminta izin menginap di rumah pemuda tersebut beberapa hari dengan alasan tidak bisa pulang ke rumahnya sendiri. Sang Pemuda mengizinkan dengan senang hati.

Sahabat mengamati betul Sang Pemuda, diikuti gerak-geriknya dirumah atau diluar rumah, untuk mencari amalan khusus apa yang dilakukan sang pemuda sampai Rasulullah SAW menyebutkan ahli surga. Setelah beberapa hari mengamati, Sang Sahabat tidak menemukan amalan khusus tersebut. Ia memutuskan untuk berhenti mengamati dan akan pamit kepada Sang Pemuda.

Ketika berpamitan, Sang Sahabat mengatakan sejujurnya bahwa sebenarnya ia sedang mengamati Sang Pemuda untuk mencari amalan khusus, dan tidak ditutupi kekecewaaannya karena tidak menemukan amalan tersebut. Sang Pemuda tersebut menjawab, memang beginilah apa adanya dirinya, dan amalan-amalan yang ia lakukan tidak ada yang belum dilihat oleh Sang Sahabat.

Namun ketika Sang Sahabat hendak pergi, Sang Pemuda mengatakan bahwa ia selalu bersyukur, puas dan merasa cukup atas nikmat Allah yang diberikan kepadanya, terus gigih berjuang mengejar nikmat-nikmat Allah lainnya dan tidak pernah sekalipun merasa iri atau tamak atas nikmat Allah untuk orang lain yang tidak dimilikinya atau tidak diberikan Allah kepadanya.

Mendengar perkataan Sang Pemuda, Sang Sahabat sadar bahwa inilah kualitas yang Sang Pemuda yang menjadikannya seorang Ahli Surga.
---------------------------

Setidaknya sekarang gw tau, ada  1 lagi kualitas seorang muslim yang perlu dimiliki. Semoga dapat mencapainya 100%, aamiin.

Monday, January 2, 2012

Manajemen Proyek Pragmatis dan Agile

Bulan lalu beres baca buku ini, dan mau berbagi pemahaman yang didapat dari buku tersebut. Karena pemahaman yang akan di-share, maka isinya sebenarnya jauh sekali dari kualitas dan detail level-nya antara buku tersebut dengan artikel berikut. Jika tertarik, saran Saya, bacalah bukunya.

Disini pembahasan dibagi menjadi dua section, yaitu Starting Project dan Doing Project

Starting Project
Pada suatu project akan terdapat ekspektasi dari customer & sponsor, serta batasan yang harus dipenuhi. Contoh daftar ekspektasi dan batasan adalah sebagai berikut:


  • Harus selesai dibulan Januari
  • Memiliki fitur A, B, C, D
  • Biaya tidak lebih dari 10 juta
  • Mudah digunakan
  • Bug-free
  • High performance
  • Dan lain-lain

Masing-masing item pada daftar yang dibuat untuk suatu project, diprioritaskan berdasarkan kepentingannya, dan dibagi menjadi 3 kategory. Driver, Constraint, dan Float.

Driver
Driver adalah item utama yang memberi nilai pada project. Kegagalan memenuhi Driver dapat menghilangkan seluruh nilai dari Project. Hanya ada 1 item pada daftar yang boleh dikategorikan sebagai Driver. Lebih dari 1 Driver, maka project akan kacau.

Sebagai contoh, terdapat suatu project yang diharuskan selesai pada bulan desember, fitur/harga/kualitas seperti apapun tidak ada artinya jika belum selesai desember. Maka project Driver-nya adalah waktu.

Constraint
Beberapa item dengan prioritas tinggi namun dibawah Driver dapat dikategorikan Constraint. Kategori constraint boleh diberikan ke lebih dari 1 item.

Constraint perlu dipenuhi agar customer/sponsor. Apabila Constraint dengan Driver saling konflik, Constraint bisa tidak dipenuhi, namun akan menbuat customer/sponsor tidak senang. Apabila seluruh Constraint tidak terpenuhi, nilai project akan hilang seluruhnya, seperti halnya jika Driver tidak terpenuhi.

Constraint idealnya dua, lebih dari itu project menjadi un-managable. Kurang dari itu, project akan kacau karena seakan terdapat dua Driver.

Float
Float kategori item yang penting untuk dipenuhi, namun memiliki fleksibilitas dalam pencapaiannya dan dapat dinegosiasi dengan customer/sponsor mengenai targetnya.

Sama seperti Constraint, kategori Float dapat diberikan kepada lebih dari 1 item, idealnya 3. Tidak memenuhi seluruh Float akan mengakibatkan costumer/sponsor tidak senang, memenuhi seluruh Float akan membangun reputasi yang baik.



Release Criteria
Berbekal daftar Driver, Constraint, dan Float, tuliskan kondisi done untuk project, yang disebut dengan Release Criteria. Release Criteria harus Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Trackable ke daftar Driver, Constraint dan Float. Baik customer, sponsor, management dan pelaksana perlu mengetahui dan menyetujui Release Criteria.

Contoh Release Criteria:

  • Software Release tanggal 1 januari
  • Normal Skenario untuk fitur A, B, C tanpa bug-free
  • Halaman D, E, F dapat diakses hanya dengan 2 kali click.


Product Backlog
Last but not least, tuliskan dokumen Product Backlog. Product Backlog adalah dokumen yang berisikan daftar fitur sistem yang diberi angka prioritas. Prioritas diberikan oleh pemiliki sistem, dengan pertimbangan ROI bisnis. Perhatikan bahwa 1 angka hanya untuk 1 fitur, tidak boleh terdapat dua fitur yang memiliki angka prioritas yang sama.


Doing Project
Project dilaksanakan dengan life cycle iterative incremental. Berbekal Product Backlog yang dimiliki sebelumnya, project dilakukan dengan:

  1. Melaksanakan Iteration Planning Meeting di awal iterasi, yang melakukan
    1. Memilih fitur-fitur dengan angka prioritas tertinggi yang belum selesai
    2. Merencanakan waktu  1 iterasi dengan maksimal waktu 2 minggu
    3. Lakukan requirement gathering untuk fitur-fitur yang dipilih bila perlu
    4. Mem-breakdown fitur tersebut dengan task-task kecil yang dapat diselesaikan maksimal 8 jam.
    5. Mengestimasi man-hour untuk setiap task
    6. Membuat perencanaan dan target selesai untuk seluruh task tersebut
  2. Melaksanakan pertemuan harian untuk memantau pencapain rencana sepanjang iterasi
  3. Melaksanakan Iteration Review Meeting di akhir iterasi, yang:
    1. Apabila target tercapai, demokan fitur-fitur tersebut
    2. Apabila target tidak tercapai, lakukan evaluasi, targetkan demo untuk iterasi berikutnya

Lakukan kegiatan diatas berulang sampai Release Criteria terpenuhi


Change Request
Perubahan prioritas Product Backlog ataupun perubahan fitur-fitur yang ada pada Product Backlog dapat dilakukan kapan saja selama fitur tersebut bukan merupakan fitur yang sedang dalam pengerjaan iterasi.

Perubahan pada fitur yang telah diselesaikan iterasi sebelumnya menjadi prioritas utama untuk dikerjakan pada iterasi berikutnya.



----------

Sebenarnya buku tersebut membahas jauh lebih detail dan memberikan banyak sekali contoh kasus. Buku yang menurut Saya must-read untuk developer yang ingin mengetahui konsep agile project management, yang dilakukan dengan Pragmatic Way. Semoga bermanfaat.

Tuesday, June 14, 2011

Pertanyaan yang Perlu Sering Dijawab

berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang gw dapet dari macem-macem sumber, yang bagus untuk sering-sering ditanyakan, antara lain:
  • Kalo gw meninggal besok, apakah gw akan melakukan hal-hal yang gw rencanakan untuk lakukan hari ini?
  • Apakah gw kerjain kerjaan gw skrg, kalo seandainya gw dikasih cuma-cuma 100 juta tiap harinya tapi tetep harus kerja?
  • Kalo seandainya gw bisa mengulang waktu, apakah keputusan-keputusan besar yang dulu pernah gw ambil, akan tetap gw ambil lagi?
  • gw itu hidup untuk makan, atau makan untuk hidup? hidup untuk kerja, atau kerja untuk hidup? hidup untuk mati, atau mati untuk hidup?
Kadang gw sering lupa menanyakan pertanyaan diatas dalam waktu yang ga sebentar, padahal untuk keep life on track, jawaban diatas sangat penting, saatnya kembali sering-sering menanyakan

Friday, June 3, 2011

3 Hal yang Dipelajari Dari Pohon

Suatu hari dapet broadcast dari Aghe (Hairudin), lulusan hukum UI, sempet jadi ketua Mapala UI juga. Bagus isinya, enjoy:

Tiga hal yang bisa kita pelajari dari pohon:

1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri
Buah adalah hasil dari pohon, dari mana pohon memperoleh makanan? pohon memperoleh makanan dari tanah. Semakin dalam akarnya makin banyak nutrisi yang diserap. Ini berbicara tentang kedekatan hubungan kita dengan Sang Pencipta sebagai sumber kehidupan.
Mengapa buah kurma manis? Pohon kurma ditanam di padang pasir. Bijinya ditaruh di kedalaman 2 meter, kemudian ditutup dengan 4 lapisan. Sebelum pohon kurma tumbuh, dia berakar begitu dalam dan tumbuh sampai menembus 4 lapisan tersebut dan menghasilkan buat yang manis ditengah padang pasir.
Ada proses tekanan yang begitu hebat ktika kita menginginkan hasil yang luar biasa. Seperti juga pegas yang memiliki dorongan kuat ketika ditekan.

2. Pohon tidak tersinggung ketika buahnya dipetik orang
Kadang kita protes, kenapa kerja keras kita yang menikmati justru orang lain? tapi justru inilah prinsip memberi.
Kita ini bukan bekerja untuk hidup, tapi bekerja untuk memberi buah. kita bekerja keras supaya kita dapat memberi lebih banyak kepada orang yang membutuhkan. Jadi bukan untuk kenikmatan sendiri.
Cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu, tapi... tidak pernah ada kata cukup untuk memberkati orang lain dengan pemberian kita.

3. Buah yang dihasilkan pohon itu menghasilkan biji, dan biji menghasilkan multiplikasi
Ini berbicara tentang bagaimana hidup kita memberi dampak positif terhadap orang lain.

Pemimpin itu bukan masalah posisi/jabatan, tetapi mengenai pengaruh dan inspirasi yang diberikan kepada orang lain. Selamat belajar menjadi pohon yang bermanfaat.


Tampak idealis sekali tulisannya ya, namun jika sebagian besar orang memang seperti itu, tentu dunia akan menjadi tempat yang lebih baik untuk semua

Thursday, May 26, 2011

Kuping Sendiri Tidak Bisa Dilihat Tanpa Cermin

Ditengah-tengah perkuliahan oleh Pak Awang, Beliau berbicara begini:
"Ada orang kehilangan barang dirumahnya yang gelap, tapi ia malah mencarinya diluar karena lebih terang, kenapa?"
kemudian beliau melanjutkan lagi penjelasan materi kuliah. Bingunglah gw apa maksudnya itu.

Beberapa tahun kemudian, lupa darimana, denger cerita tentang Ali Baba dengan kondisi serupa yang diceritakan Pak Awang, kehilangan barang dirumah, tapi mencarinya diluar karena rumahnya gelap.

Tetep bingung maksudnya apa, sampai akhirnya mendengar Saska El03 bilang "Manusia ga bisa ngelihat kupingnya dengan sendirinya, sehingga butuh bantuan cermin". Akhirnya mulai nyambung semuanya, dan mengerti apa maksud cerita dari Pak Awang.

"Barang yang hilang" adalah kesalahan, "rumah sendiri" adalah diri sendiri, dan "diluar yang lebih terang" adalah orang lain. Cerita itu bermakna terkadang lebih mudah menyalahkan orang lain atau sesuatu ketimbang diri sendiri atas apa yang menimpa seseorang, padahal akar permasalahannya justru datang dari diri sendiri. Jika demikian, tentunya tidak akan dapat menemukan kesalahan sebenarnya jika masih mencari diluar. Jadi sebaiknya, mulailah dari diri sendiri.

All in all, kalo kondisi diatas itu literally, jangan lupa beli senter pas udah mau pulang ke rumah, hehe

Wednesday, May 25, 2011

3 Dosa Mahasiswa ITB: Pesan Rektor ITB thn 2003

Lagi terkenang waktu upacara penerimaan mahasiswa baru di ITB, tahun 2003 silam, which is 8 tahun yang lalu. Waktu itu Pak Kusmayanto Kadiman selaku rektor ITB saat itu berpidato yang isinya masih melekat di dalam diri gw.

Lupa sih detailnya gimana, yang jelas mahasiswa ITB itu udah punya dosa sejak pertama kali ia menapakkan kaki untuk menerima pendidikan di ITB. Mungkin isinya kurang relevan untuk sekarang, mohon maklum karena ini adalah kondisi 8 tahun yang lalu. isinya kira-kira sebagai berikut:

Seorang mahasiswa ITB pasti menyingkirkan sejumlah saingannya untuk dapat berkuliah di ITB. Diantaranya mungkin ada yang lebih membutuhkan, ada yang lebih pantas, atau lain-lain, yang jelas seorang mahasiswa ITB telah berdosa menghilangkan kesempatan bagi saingannya untuk berkuliah di ITB. Inilah Dosa yang pertama.

Seorang mahasiswa ITB mengabiskan biaya untuk kuliah dengan jumlah melebihi SPP yang ia bayarkan ke Kampus, dimana sisanya itu disubsidi oleh pemerintah. Oleh karena itu, seorang mahasiswa ITB berdosa telah menghabiskan uang rakyat untuk dapat menerima pendidikan universitas. Inilah Dosa yang kedua.

Lalu dengan dua dosa tersebut, apakah seorang mahasiswa ITB harus berbuat dosa lagi dengan menyingkirkan orang-lain dalam memperebutkan bangku pekerjaan di suatu perusahaan?

Hanya dengan 2 Dosa saja, cukup bagi mahasiswa ITB untuk 'harus' menciptakan lapangan pekerjaan, untuk membuktikan bahwa ia memang layak menyingkirkan teman-temannya untuk bangku ITB dan layak disubsidi oleh rakyat untuk berkuliah.

Demikian seinget gw pesan Pak Kusmayanto waktu itu. Bapak yang satu ini memang sangat Pro dengan Entrepreneur. Sekarang kabarnya bagaimana ya? semoga beliau tetap terus berkarya yang tetap terus menginspirasi orang banyak.

Tuesday, May 24, 2011

Hikayat Sang Musafir: 3 Sifat Muslim

Cerita ini gw dapatkan dari khotbah Sholat Jumat di suatu ketika, entah kapan. Ga tau juga siapa sumbernya, apakah murni karangan Khatib atau bukan, yang pasti all credits goes to the creator, not me.

Alkisah dimasa lampau, ada seorang pemuda muslim yang melakukan perjalanan jauh di padang pasir dengan persediaan air dan makanan yang sudah menipis. Suatu ketika Ia singgah pada Oasis, yang didekatnya terdapat perkebunan buah. Karena sangat lapar dan haus, Ia segera meminum air dari Oasis dan memetik buah untuk dimakan.

Tak lama setelahnya, ada seorang kakek tua yang menghampiri dirinya sambil marah-marah. Kakek tersebut pun mencabut pedang dan menebas-menebas ke arah sang Pemuda. Merasa nyawanya terancam, yang Pemuda membalas serangan kakek. Sayangnya, tusukan balasan yang Pemuda lancarkan tidak dapat ditepis oleh Sang Kakek, sehingga mencabut nyawa Kakek tersebut.

Sang Pemuda menyesal, namun semua telah terjadi. Ia bersiap-siap untuk memandikan, mensholati dan mengubur Sang Kakek. Ditengah kegiatan, datanglah beberapa orang menghampiri, yang ternyata adalah keluarga sang Kakek. Mereka kontan marah, menahan pemuda tersebut dan membawanya ke perdesaan yang letaknya tidak jauh dari Oasis.

Ditengah perjalanan, sang Pemuda mendapati kenyataan bahwa perkebunan buah itu adalah milik Sang Kakek tersebut, dan akhir-akhir ini, memang banyak bandit yang mencuri buah. Semakin menyesal-lah hati sang Pemuda.

Sampai di desa, Keluarga kakek yang diwakili oleh anaknya, menghadap ke hakim untuk melapor. Hakim datang dan meminta Pemuda untuk menceritakan kejadian sebenarnya. Pemuda yang memang merasa bersalah, menceritakan dengan sejujur-jujurnya, merasa sangat menyesal dengan kekhilafannya, dan berkata siap menerima hukuman yang setimpal, meski harus kehilangan nyawa sekalipun.

Hakim memutuskan untuk menghukum mati sang Pemuda, namun tiba-tiba yang pemuda memohon kepada hakim untuk diberi waktu 1 bulan, untuk menyelesaikan urusannya yang menjadi dasar kenapa Pemuda tersebut melakukan perjalanan yang membuatnya sampai ke Oasis. Sang pemuda juga mengatakan ingin bertobat dan mengucapkan perpisahan dengan keluarga dan lingkungannya. Ia berjanji akan kembali lagi tepat 1 bulan.

Keluarga sang Kakek marah dan tidak terima, namun sang Hakim mengizinkan dan bahkan meminjamkan onta untuk sang pemuda, agar perjalanan sang Pemuda bisa lebih cepat dan tepat waktu 1 bulan untuk kembali lagi. Pergilah Sang Pemuda tersebut, dengan Onta pinjaman Hakim dan ancaman dari keluarga sang Kakek yang akan mencarinya ke ujung dunia sekalipun jika ia tidak kembali.

Tepat satu bulan, di sore hari, tanpa disangka semua orang di desa tersebut kecuali sang Hakim, Sang pemuda kembali ke desa tersebut. Ia mengembalikan onta pinjamannya kepada Hakim dan bersiap menerima hukuman. Keluarga sang kakek yang telah berkumpul terkejut seakan tidak percaya, Sang Pemuda kembali mengantarkan nyawanya sendiri. Ketika wakil keluarga Sang Kakek bertanya kepada sang Pemuda kenapa ia kembali lagi, sang pemuda menjawab:

"Apa kata orang nanti, jika seorang muslim tidak menepati janjinya"

mendengar jawaban tersebut, wakil keluarga sang Kakek masih ragu, dia berpikir mungkin ada andil sang Hakim hingga kenapa pemuda kembali lagi, yang mungkin menjadi alasan kenapa Sang Hakim memberinya waktu 1 bulan dan meminjamkan onta. Iapun bertanya kepada Hakim kenapa mengizinkannya dan apa andil Hakim atas kembalinya sang Pemuda, sang Hakim-pun menjawab:

"Apa kata orang nanti, jika seorang muslim tidak mempercayai janji saudaranya"

mendengar dua jawaban tadi, wakil keluarga Sang kakek terdiam, lalu meminta hakim agar mengganti hukuman mati dan meminta agar diganti dengan hukuman lain. Sang Pemuda sangat heran, dan bertanya kenapa demikian. Sang Wakil keluarga menjawab:

"Apa kata orang nanti, jika seorang muslim tidak memaafkan kekhilafan saudaranya"


The End.


Jadi demikianlah ceritanya, gw pribadi sih suka ama cerita ini. Kesimpulannya ada 3 sifat Muslim yang dapat diambil dari cerita diatas, yaitu:
  1. Menepati Janjinya
  2. Mempercayai Saudaranya
  3. Memaafkan Kekhilafan Saudaranya
Semoga bermanfaat

Monday, May 23, 2011

3 Common Sense yang Sedang Diterapkan

Mau berbagi tiga, um, mungkin Common Sense istilahnya ya, yang sedang dicoba untuk lebih ditanamkan lagi ke dalam diri gw. 3 Common Sense ini didapat dari sumber yang berbeda-beda dan ga ada hubungannya satu sama lain, yaitu:

  • Ketika membicarakan orang lain, anggap orang tersebut mendengarkan
common sense ini saya dapatkan dari suatu tempat di facebook-nya 7 habit. Common sense yang bagus, kalo semua orang menerapkan ini, ga ada lagi istilah kayak muka dua, manis didepan pahit dibelakang, dan tentunya kejujuran akan lebih terjaga. Some say, honesty is the best policy.
  • Happiness maybe just the way we look at things
Common sense ini saya dapatkan dari Hitman System. Simple, yet very sound. Bahkan meskipun dua orang melakukan kegiatan yang sama sekalipun. Let me give an example, Katakanlah si A dan B sama-sama programmer yang sering lembur. Si A menceritakan hidupnya hanya bangun pagi, pergi ke kantor, kerja sampai malam, pulang, trus tidur. Sedangkan si B menceritakan bahwa kesehariannya ia berlatih menuliskan mantra-matra (source code) agar bisa menghasilkan magic (aplikasi) yang dapat berguna bagi banyak orang. Saking asiknya bermantra-ria, dirasa sehari 24 kurang. si B jelas lebih bahagia dari si A.
  • Tidak tahan kritik dari orang lain adalah bukti inferiority yang tidak disadari.
Ini gw dapati dari Kakak gw. Jujur bagi gw ini common sense paling sulit dijelaskan, namun jika dirasakan, ada benarnya. Mungkin contoh paling gampangnya dosen, akan lebih ringan baginya jika kesalahannya dikoreksi mahasiswanya daripada oleh sesama dosen. Terhadap mahasiswanya, seorang dosen pasti merasa lebih 'kuat', sedangkan terhadap sesama dosen, tidak akan merasa se-'kuat' terhadap mahasiswa.

all in all, gw berharap common sense diatas dapat membuat gw a better person kedepannya, karena jika tidak, nanti termasuk golongan orang yang merugi dong? hehe








Wednesday, October 20, 2010

Kamu Adalah Entrepreneur Jika:

Kamu adalah entrepreneur jika:
  1. mendengar gaji teman kamu besar, kamu berpikir kapan bisa menggaji karyawan kamu dengan uang yang banyak
  2. mendengar teman kamu kerja di perusahaan ternama, kamu berpikir kapan bisa berbisnis bersama perusahaan tersebut
  3. melihat gedung tempat kerja teman kamu bagus, kamu berpikir kapan bisa memiliki gedung sebagus itu
  4. mendengar teman kamu kerja di luar negri, kamu berpikir kapan bisa buka cabang di negara tersebut
  5. mendengar teman kamu mempromosikan service/produk baru di bidang usaha kamu, kamu berpikir kapan bisa membuat service/produk baru yang lebih baik
  6. mendengar teman kamu tidak nyaman di tempat kerjanya, kamu berpikir bagaimana membuat kantormu nyaman bagi karyawan
  7. mendengar teman kamu harus bekerja pada tanggal merah, kamu berpikir kapan bisa meliburkan karyawan kamu yang terpaksa bekerja pada tanggal merah
  8. mendengar teman kamu mengeluhkan kelakuan bos-nya, kamu berpikir bagaimana sikap kamu terhadap bawahan kamu
  9. mendengar buruh demonstrasi untuk menghilangkan sistem kontrak, kamu berpikir bagaimana caranya agar dapat tetap memberlakukan sistem kontrak tersebut

Wednesday, January 27, 2010

Email Keren Di Milis IA-ITB

Dapet Email keren di milis IA-ITB yang dikirim oleh Pak Angki Hermawan, EL 79. Isinya kira-kira begini:


Visi Lulusan ITB Muda Pencari Kerja

Idealnya ada keseimbangan minat dan keberanian lulusan ITB muda antara bekerja di sektor Pemerintah dan Swasta. Dan juga antara bekerja di Perusahaan Besar dan Perusahaan Kecil.

Kenapa saya menyarankan lulusan ITB muda sebaiknya juga bekerja di Perusahaan Kecil ?

Alasannya; (1) Perusahaan Kecil lebih membutuhkan orang yang pintar dibandingkan Perusahaan Besar. (2) Cikal bakal Perusahaan Besar adalah Perusahaan Kecil, sehingga makin banyak Perusahaan Kecil yang maju, maka ekonomi Indonesia akan makin maju juga. (3) Lulusan muda ITB mempunyai kemungkinan jauh lebih cepat untuk maju dan menduduki posisi tinggi di Perusahaan Kecil itu. (4) Belajar untuk jadi entrepreneur lebih mudah. (5) Bisa menjadi co-owner karena pemilik Perusahaan Kecil akan bersedia membagi kepemilikannya dibandingkan pemilik Perusahaan Besar. (6) Akhirnya, soal gaji juga dalam jangka panjang akan lebih baik karena Perusahaan Kecil menjadi besar dan posisi kita sudah tinggi serta ingat!! adanya BALAS BUDI pemilik.

Kenapa anak ITB ingin selalu kerja di Perusahaan Multinasional, Perusahaan Besar ? Karena kita berfikir bahwa Perusahaan Besar akan memberi kesejahteraan yang lebih makmur, skill yang lebih baik, lulusan MNC laku kerja dan gajinya mahal dll. Ini tidak semuanya salah, tetapi tidak selalu benar juga. Terjadi self-fulfilling prophecy juga disini karena Perusahaan Kecil tidak berhasil mempunyai karyawan baik sehingga menjadi susah maju, ada kesalahan kita juga yang tidak mau joint Perusahaan Kecil sehingga mereka tidak menjadi kuat dan akhirnya tidak bisa bayar kita mahalan dikit.

Astra Intl, pada tahun 1968 didirikan si Oom William, mulanya adalah perusahaan kecil. Tetapi pak Teddy, Benny Subianto, mau joint, mereka tidak cari kerja di Citibank, yang mulai juga hadir di Indonesia tahun 1968 itu. Kita lihat sendiri hasilnya. Piet Yap, Ibrahim Risyad, dkk, joint Oom Liem kurang lebih tahun yang sama, oom Liem saat itu masih kecil, kita lihat sekarang hasilnya.

Mereka yang joint MNC tahun-tahun itu, secara average mungkin kesejahteraannya lumayan saja, tetapi tidak ada yang menjadi orang yang sangat kaya. Nah saya menghimbau kepada adik-adik lulusan muda ITB, kalau anda memiliki “greed” ingin jadi orang yang sangat sejahtera, ingin sangat kaya, maka marilah kita menganut faham “make it or break it” berani mati ngga usah takut apa-apa dan sabar, ingat prinsipnya finance “high risk high return”. Tentunya harus halal, kalau ngga KPK menanti anda, he he he he he.

Salam.


Oleh karena itu, ayo ramai-ramai kirim Lamaran dan CV ke hrd@sangkuriangstudio.com :

Saturday, January 23, 2010

Dunia (github) Memang Luas

Menindaklanjuti posting sebelumnya mengenai release project di github. Secara tidak sengaja gw melakukan explorasi project-project di github. Benar-benar luar biasa orang-orang yang berada di dunia IT, hehe, setidaknya yang memasukkan project di github.

Project-project disana sangat menarik, inovatif dan technically challanging. Masih jauh bgt skill awa dibandingin orang-orang disana, hehe. Itu baru di github, belom di code.google.com, topcoder.com, apalagi sang veteran sourceforge.net.

Dunia memang luas, diatas bumi memang terdapat langit, hehehe.

Wednesday, July 22, 2009

Industri Infrastruktur dan Konten

Terinspirasi dari sini, jadi kepikiran sesuatu. Selama ini banyak istilah yang gw denger mengenai industri infrastruktur dan industri konten dalam internet. Sepengetahuan gw yang dangkal, industri infrastruktur itu berkaitan dengan bagaimana membuat koneksi internet dapat dinikmati orang. Banyak pemain dan produk disini, sebut saja dengan speedy, melsa, centrin, fastnet dkk. Begitu juga dengan flash, im2, dan lainnya. Sedangkan industri konten berkaitan dengan website, email, instant messaging (YM, MSN) dkk.

Pernah ada yang bilang ke gw, asumsi dia Bapak2 Juragan Infrastruktur, begini: "Infrastruktur sedang diusahakan oleh kami, nanti konten-nya itu bagian kalian". Pemikiran positif gw, baik ya generasi IT pendahulu gw, menyediakan infrastruktur agar memudahkan generasi IT sekarang untuk fokus ke konten aja.

Yang seru itu pemikiran negatif gw, hehe. Prinsipnya begini, rata-rata jasa/layanan dengan menggunakan internet itu gratis bukan? sebut aja facebook, YM, email, google dkk yang bisa dinikmati siapa saja. Dan sekarang muncul BlackBerry. Meskipun mereka udah kaya, si google, yahoo, dkk itu, harusnya mereka dikasih royalti juga oleh para perusahaan infrastruktur. Bagaimana engga, justru karena mereka kan internet jadi rame? orang-orang berfacebook ria, berchating ria, bersearch ria, dll. Belom diitung situs situs XXX. Jadi si bapak itu bilang begitu, bilang saatnya konten bagian kita, itu supaya dia makin untung karena jualan infrastruktur makin laku. Jadi semakin kaya generasi kita dengan industri konten, semakin kaya juga mereka dengan industri infrastrukturnya. Keadaan yang engga jelek juga sih, tapi kalo misalnya kita mampu ngambil dua-duanya, lebih bagus lagi, hehehehe (ketawa licik).

Tapi pertanyaannya, bisa ga ya? coding saja udah susah, musti ngurus kabel/nirkabel lagi. Semoga ada yang bisa deh, he he




Wednesday, June 17, 2009

Bubur Sumsum di pagi hari

di suatu pagi hari yang cerah gw lagi naek motor, mencari makan. Trus di deket tanjakan, liat ada abang2 jual bubur sumsum. Tadinya gw lewatin aja, tapi karena pengen, gw muter dan akhirnya beli. gw beli untuk makan disitu juga. bubur sumsum-nya pake candil ama kolak, enak bgt, serius enak bgt.

Pas gw tanya, ternyata harganya cuma 2500!! gw tanya sama abangnya: "ga kemurahan bang?" bukannya gw banyak duit, tapi mengingat candil dan kolak ketika buka puasa sampai 3500, ini dengan bubur sumsum, bahkan lebih murah. kemudian abangnya menjawab: "emang segitu de, lumayan lah bisa dapet 15ribu sehari".

gw kasih 5 ribu trus kabur tanpa minta kembalian. ditengah jalan pulang naek motor, air mata gw keluar. jawaban abang-abang itu mengharukan gw sekaligus membuat gw malu karena ga bersyukur dengan keadaan gw. selain itu, gw jadi mengerti idealisme didalam lagu dengan sebagian liriknya "berjuta rakyat menanti tanganmu".

semoga pemuda-pemudi Indonesia yang berkesempatan untuk kuliah, dimanapun itu, memiliki keinginan untuk memajukan Indonesia menjadi tempat yang lebih baik untuk ditinggali, meskipun hanya sedikit...


Monday, March 23, 2009

Talk Less Do More ->Big NO for Code

Sekarang lagi banyak iklan di TV, poling SMS Band Indonesia yang Talk Less Do More Alias ga banyak omong tapi prestasi mencorong, ha ha. Sangat baik sih memang, terkadang, tapi tidak Kode.

The Talk
Pernah baca dimana gitu, bahwa katanya komentar itu kayak makan nasi goreng, kalo enak rasanya bikin makan jadi menyenangkan, kalo biasa aja, lumayan ada yang dimakan. Samanya, kalo ada komentar bagus jadi gampang ngerti kode, tapi kalo biasa aja, mending daripada ga ada, hehe. Bisa diistilahkan Komentar adalah Talk-nya di dunia Kode, karena dia hanya menuh2in aja tanpa ngelakuin apa-apa.

The Do
Terinspirasi dari blog Assert True, disana dinyatakan bahwa untuk melakukan optimasi kode, kuncinya adalah dengan Do Less. Disana dikatakan bahwa Instruction per Second CPU sudah fix, sehingga untuk mempercepat suatu algoritma, satu-satunya cara tersisa adalah membuatnya do less.

Kalo dipikir-pikir, optimasi kompleksitas dari, katakanlah O(n), menjadi O(log n) sebenarnya memang membuat algoritma tersebut Do Less. Triknya dapat bermacam-macam, namun segala trik yang diaplikasikan, memang untuk membuat suatu algoritma melakukan instruksi yang lebih sedikit dari sebelumnya.

Sehingga kesimpulannya, untuk suatu kode, Talk Less Do More adalah sesuatu yang justru tidak baik, karena selain kode sulit dimengerti, kode cenderung memiliki performa yang relatif kurang baik. Makanya slogan itu Big NO for Code. Yang baik adalah, Talk More Do Less, hehe

Friday, September 5, 2008

Oleh-oleh Baybeats: Ide dan Insight

Tanggal 31 agustus kemaren gw nonton sobat gw manggung di Baybeats. Gw berangkat dari tanggal 30 dan pulang tanggal 1 september. Disana gw mendapati sebuah ide dan sebuah kenyataan, yaitu ide untuk transportasi di bandung dan kenyataan bahwa kalo tinggal disana mungkin sedikit membosankan.

Melihat MRT ma Bus-bus disana, gw jadi punya ide untuk transportasi di bandung, yaitu:
  • Supir Angkot digaji
  • Untuk naek angkot perlu beli semacam kartu langganan
  • Angkot hanya berhenti di halte
  • Angkot berhentinya ada jangka waktu
  • Biaya parkir di seluruh tempat di bandung dikali 3
kira-kira konsep intinya seperti itu. Gw semangat bgt ama ide ini, pengen rasanya ngelakuin survey untuk eksplor ide ini agar bisa menjadi sebuah proposal yang bisa diajukan ke kotamadya Bandung. Ada yang mo memberi komentar?

Mengenai tinggal disana mungkin sedikit membosankan, itu gw sadari setelah miri memberikan pemaparan. Pertama, Mall mall disana tampak sama. Standar. Berbeda dengan disini. Kalo disini, misalnya gw masuk BIP, ato ke Ciwalk, ato BSM, gw merasakan suasana yang berbeda diantara ketiganya. Kalo disana, gw tidak mendapati perbedaan suasana pada mall mall yang gw datangi. Trus ntah kenapa, suasana kotanya ga lively kayak di Indonesia. Tapi keteraturan dan kebersihannya memang perlu dipelajari sih, hehe




Tuesday, August 26, 2008

Recital Teman

Saya mempunyai seorang teman, Gita Bayuratri, bisa dikatakan teman terlama dalam hidup saya. Dia seorang wanita yang saat ini sedang menjadi mahasiswi konservatori St. Petersburg di Rusia. Mirip-mirip Nodame lah kira-kira, meski orangnya jauh bgt beda karakternya ama Nodame, hehe.

Siang tadi dia mengadakan konser piano, memainkan Sarcasm, karya dari Parkofiev (bener ga ya tulisannya?). Saya pernah menghadiri konsernya 4 tahun lalu sebelum ia berangkat ke Rusia, tapi kali ini berbeda karena dia juga menjelaskan apa arti dari Sarcasm yang ia mainkan dan sedikit sejarah tentang Parkofiev itu sendiri.

Parkofiev adalah salah satu dari 4 komposer penting pada jamannya di rusia, bersama dengan Rachmaninov (yang nonton Nodame biasanya inget) dan 2 komposer lainnya yang saya lupa. Namun Parkofiev ini adalah musuh, dalam arti yang sebenarnya, dari Rachmaninov. Dan begitu pula alirannya, dimana Rachmaninov adalah orang clasic Romantics, sedangkan Parkofiev adalah orang clasic Modern. Dia juga menjelaskan bahwa Parkofiev adalah orang berbakat namun arogant.

Sarcasm sendiri dibuat selama 2 tahun, pada waktu proses penggulingan kaisar Tsar terjadi, yaitu 1912-1914. Menurut gw alur Sarcasm ini sangat menarik, awalnya Sarcasm ini menggambarkan seolah-olah Parkofiev menertawakan orang-orang yang memiliki kemampuan rendah dan tidak berprestasi, namun kemudian ia sadar akan diri bahwa dirinya pun tidak ada apa-apanya. Alur lagu diakhiri dengan tertawa sinis dan datar untuk dirinya sendiri karena ternyata dirinya pun patut untuk ditertawakan.

Kemudian di setelah penjelasan, ada sesi tanya jawab yang menanyakan hambatan yang ia alami selama di rusia. Yang paling mengena bagi gw adalah bahwasanya dia berlatih piano minimal 8 jam sehari, 7 hari seminggu, selama 4 tahun ini, dan seringkali lebih dari itu. Dan itu hanya berlatih, belum tugas kuliah dan urusah kehidupan lainnya. Kalo misalnya mahasiswa IF coding 8 jam sehari hanya untuk berlatih, pasti jadi skill kali y? huahahaha

Wednesday, August 13, 2008

Sisi Anak-Anak

Tadi pagi gw mengikuti sidang penerimaan mahasiswa Baru ITB di sabuga. Acaranya formal banget, aga-aga males juga ngikutinnya, palagi dihadapkan kenyataan harus dateng jam setengah 8, wuih, pagi amat, bisa pusing kepala, hehe.

Seperti halnya acara formal, tentu ada susunan acaranya yang dijalankan secara terperinci. Tapi yang ga gw sangka, ternyata ada juga hal yang menarik.

Selang acara, ada Paduan Suara dan Unit Angklung (KPA) mengisi dengan memainkan apa yang mereka mainkan :p. Suatu ketika, KPA maenin theme song openingnya Doraemon. Sambutannyaaaaa, wuiih, luar biasa ramai. Kegembiraan dan keceriaan langsung memenuhi ruangan sabuga, menggantikan suasana yang tadinya kaku, formal dan mengantukkan :p.

Mahasiswa-mahasiswa S1-nya spontan bernyanyi (KPA hanya background sound doang), dan ketika lirik-nya sampai pada kata 'Doraemon', kayaknya mahasiswa S2 dan S3 pun ikutan, ha ha ha ha.

Full credits for KPA, Terima kasih atas pertunjukkan yang fenomenal. Jadi inget masa-masa kecil dimana dunia ini sangat menyenangkan. It's time to make it happen again,hehe.

Sunday, March 16, 2008

Respect for Others

Gw punya temen, namanya Ibam, dia baru pulang dari Germany, sebuah negara yang tidak asing lagi ditelinga kita. Sebagai negara maju, di Germany, Ibam bercerita, lingkungannya nyaman, bersih, relatif aman, tertib, teratur, mudah untuk bertahan hidup dan lain-lainnya yang tidak mungkin Indonesia menjadi seperti itu beberapa hari kedepan. Gimana coba mewujudkan itu dalam waktu singkat? mungkin kalo semua orang percaya bisa, ya bisa terjadi, tapi membuat orang percaya, itu aja memakan waktu.

Namun ada hal yang menarik yang diungkapkan Ibam, yaitu 2 karakteristik yang dia rasakan dari orang-orang di Germany, yang pertama adalah keinginan kuat untuk taat aturan. Keinginan itu terasa begitu kuat sampai membuat orang-orang Germany tidak ingin melanggar aturan dan norma. Mungkin keinginan itu sudah menyatu dalam darah daging, ato berkenaan dengan harga diri, atau bahkan menganggap melanggar aturan adalah hina. Apapun penyebabnya, yang jelas hal tersebut tampak sudah tertanam. Bisakah orang Indonesia menjadi seperti ini? entahlah, semoga saja bisa. Tapi melihat kenyataan sekarang, tampak keinginan kuat untuk tidak melanggar aturan itu jauh dari hati orang-orang Indonesia.

Yang kedua, adalah bahwasanya, Ibam merasakan penghormatan yang kuat dari orang-orang German tersebut ke orang lain. Baik tukang sapu, penjaga toko, penjaga supermarket, Ibam merasakan bahwa orang-orang German menghormati mereka. Hal itu terlihat dari cara mereka berinteraksi, ramah, halus, dan paling penting adalah menganggap siapapun dengan pekerjaan apapun, penampilan apapun, setara dengan mereka kecuali orang-orang yang melanggar aturan atau norma. Bener juga ya, akan terasa nikmat memang jika suatu masyarakat menghormati setiap individu di dalamnya tanpa pandang bulu selama individu tersebut mematuhi aturan dan norma yang berlaku. Bisakah orang Indonesia menjadi seperti ini? Mungkin ini sama susahnya, tapi menurut gw, ini lebih bisa kita terapkan dibandingkan hal yang pertama, setidaknya oleh anda yang sedang membaca.

Menurut gw, pendapat Ibam ada benernya juga, kalo misalnya setiap orang Indonesia memiliki keinginan kuat untuk mentaati peraturan dan norma serta menghormati orang lain tanpa pandang bulu, tentunya Indonesia akan berubah menjadi tempat yang lebih baik, negara yang lebih baik. Seperti perjalanan panjang yang dimulai dengan langkah pertama, perubahan skala masyarakat dimulai dari diri sendiri. Ok Bam, mari kita taati aturan dan norma serta hormati orang lain. Semoga anda juga melakukannya.





Thursday, February 28, 2008

Perubahan

Ada suatu perkataan, yang paling pasti dari masa depan adalah perubahan. Jujur gw sepakat sama perkataan itu. Paling engga kalo ga ada yang berubah, nilai dari variabel waktu pasti berubah.

Waktu jaman reformasi, ada yang namanya pendukung status quo. Gw kurang tau si, tapi dari yang gw tangkep, itu maksudnya pendukung keadaan yang terdahulu (?). Entah atas dasar apa, gw jadi kepikiran bahwa manusia senang dengan kenyamanan, nyaman itu biasanya didapat (entah berangkat dari teori apa) dari keteraturan dan keadaan yang, boleh dibilang, status quo.

Kalo mang iya, sulit juga ga si? manusia menyenangi sesuatu yang pasti semu. Kenapa semu? ya karena perubahan itu pasti terjadi, perubahan kan berlawanan dengan status quo.

Begitu juga dengan kesetiaan antar pasangan. Seseorang pasti mengharapkan pasangannya setia kepadanya. Setia... kok kayak mirip ama status quo? semu juga dong? mungkin, ketika perubahan terjadi, kesetiaan pun berubah, bisa bertambah atau hilang.

Tapi meski begitu, ga jarang juga ngedenger pasangan yang sudah tua, namun masih saling setia dan bersama. Padahal perubahan pasti terjadi, kok bisa ya generasi pendahulu kita ga berubah sama pasanganya dalam hal masih menjadi pasangan? mungkin jawabannya belom, karena selagi hidup, kutukan yang namanya perubahan pasti akan melekat.

Ada yang bilang, pemandangan yang paling indah adalah melihat sepasang kekasih yang sudah lanjut usia. Gw sepakat sama itu, bukan karena alasan yang melankolik seperti terharu, tapi karena ngeliat sepasang manusia, yang mampu bertahan selama itu, melawan kepastian perubahan.