Wednesday, January 27, 2010

Email Keren Di Milis IA-ITB

Dapet Email keren di milis IA-ITB yang dikirim oleh Pak Angki Hermawan, EL 79. Isinya kira-kira begini:


Visi Lulusan ITB Muda Pencari Kerja

Idealnya ada keseimbangan minat dan keberanian lulusan ITB muda antara bekerja di sektor Pemerintah dan Swasta. Dan juga antara bekerja di Perusahaan Besar dan Perusahaan Kecil.

Kenapa saya menyarankan lulusan ITB muda sebaiknya juga bekerja di Perusahaan Kecil ?

Alasannya; (1) Perusahaan Kecil lebih membutuhkan orang yang pintar dibandingkan Perusahaan Besar. (2) Cikal bakal Perusahaan Besar adalah Perusahaan Kecil, sehingga makin banyak Perusahaan Kecil yang maju, maka ekonomi Indonesia akan makin maju juga. (3) Lulusan muda ITB mempunyai kemungkinan jauh lebih cepat untuk maju dan menduduki posisi tinggi di Perusahaan Kecil itu. (4) Belajar untuk jadi entrepreneur lebih mudah. (5) Bisa menjadi co-owner karena pemilik Perusahaan Kecil akan bersedia membagi kepemilikannya dibandingkan pemilik Perusahaan Besar. (6) Akhirnya, soal gaji juga dalam jangka panjang akan lebih baik karena Perusahaan Kecil menjadi besar dan posisi kita sudah tinggi serta ingat!! adanya BALAS BUDI pemilik.

Kenapa anak ITB ingin selalu kerja di Perusahaan Multinasional, Perusahaan Besar ? Karena kita berfikir bahwa Perusahaan Besar akan memberi kesejahteraan yang lebih makmur, skill yang lebih baik, lulusan MNC laku kerja dan gajinya mahal dll. Ini tidak semuanya salah, tetapi tidak selalu benar juga. Terjadi self-fulfilling prophecy juga disini karena Perusahaan Kecil tidak berhasil mempunyai karyawan baik sehingga menjadi susah maju, ada kesalahan kita juga yang tidak mau joint Perusahaan Kecil sehingga mereka tidak menjadi kuat dan akhirnya tidak bisa bayar kita mahalan dikit.

Astra Intl, pada tahun 1968 didirikan si Oom William, mulanya adalah perusahaan kecil. Tetapi pak Teddy, Benny Subianto, mau joint, mereka tidak cari kerja di Citibank, yang mulai juga hadir di Indonesia tahun 1968 itu. Kita lihat sendiri hasilnya. Piet Yap, Ibrahim Risyad, dkk, joint Oom Liem kurang lebih tahun yang sama, oom Liem saat itu masih kecil, kita lihat sekarang hasilnya.

Mereka yang joint MNC tahun-tahun itu, secara average mungkin kesejahteraannya lumayan saja, tetapi tidak ada yang menjadi orang yang sangat kaya. Nah saya menghimbau kepada adik-adik lulusan muda ITB, kalau anda memiliki “greed” ingin jadi orang yang sangat sejahtera, ingin sangat kaya, maka marilah kita menganut faham “make it or break it” berani mati ngga usah takut apa-apa dan sabar, ingat prinsipnya finance “high risk high return”. Tentunya harus halal, kalau ngga KPK menanti anda, he he he he he.

Salam.


Oleh karena itu, ayo ramai-ramai kirim Lamaran dan CV ke hrd@sangkuriangstudio.com :

Saturday, January 23, 2010

Dunia (github) Memang Luas

Menindaklanjuti posting sebelumnya mengenai release project di github. Secara tidak sengaja gw melakukan explorasi project-project di github. Benar-benar luar biasa orang-orang yang berada di dunia IT, hehe, setidaknya yang memasukkan project di github.

Project-project disana sangat menarik, inovatif dan technically challanging. Masih jauh bgt skill awa dibandingin orang-orang disana, hehe. Itu baru di github, belom di code.google.com, topcoder.com, apalagi sang veteran sourceforge.net.

Dunia memang luas, diatas bumi memang terdapat langit, hehehe.

Thursday, January 21, 2010

Query-Helper, Kelas Java Simpel Untuk Membuat Query

Tampaknya sudah lama tidak posting di blog ini, hehe. Sebenarnya bukan gw males posting, tapi posting di blog lain, dengan identitas bukan asli tentunya, hihihi.

Anyway, ditimbang-timbang tadinya mo posting di mana, tapi akhirnya diputuskan disini saja. Bersama posting ini saya mau, eng ing eng, release Repo di github, hehe.

Namanya Query-Helper, kelas simpel untuk bikin query. Terinspirasi dari framework PHP, sedang iseng ingin reinvent the wheel, serta saran dari Breck Yunits untuk bikin project sampingan yang simple, akhirnya dibuat juga ini.

Feel free to give me comments, critics, bugfix, or contribute, hehe. Sementara sih sourcenya ga berlicense, hua ha ha ha, tapi kalopun nanti dikasih, paling BSD atau LGPL, hehe.

Monday, December 14, 2009

Rasanya Seperti Masa lampau

Seperti sudah lama sekali tidak mengupdate blog. Sibuk pastinya selalu menjadi alasan, hehe. Gak kerjaan lah, ga kuliah lah, ga ini lah, ga itulah, dan semua hal yang menghalangi untuk menulis blog.

Padahal,
menulis merupakan salah satu media yang gw ketahui dapat membantu gw meraih pengetahuan. Ada yang bilang, kita tidak mengetahui apa-apa sampai kita dapat menuliskannya.
Dan,
hari ini gw membaca sebuah kalimat yang intinya, apa yang dipelajarinya di siang hari, dituliskannya di malam hari. Mungkin gw belom bisa untuk seperti itu. Untuk saat ini.

Namun semoga tidak demikian untuk esok hari.

Wednesday, October 7, 2009

Bahasa Indonesia Dipelajari 40 Negara

Baru baca berita disini, yang dibilang bahwa ada 40 negara lain yang mempelajari bahasa Indonesia. Menurut berita itu juga, hal ini merupakan hal yang membanggakan dan menggembirakan.

Tapi kok gw merasakan ini justru hal yang musti diwaspadai. Dengan negara-negara seperti Jepang dan Australia mempelajari bahasa kita, nanti tenaga kerja mereka memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan disini, yang nantinya akan membuat mereka bisa sukses di negara ini.

Bagus jika kesuksesan mereka tidak merugikan kita. Bagaimana jika kesuksesan mereka itu membuat mereka menjadi top-top level perusahaan di Indonesia, sehingga tenaga kerja lokal hanya menjadi bawahan mereka. Kemudian apabila saatnya regenerasi, digantikan oleh bangsa mereka juga. Seterusnya tenaga kerja lokal hanya akan jadi bawahan. Mereka akan menciptakan pasar dimana orang-orang Indonesia yang menjadi pembelinya, mereka akan menciptakan produk-produk dimana orang Indonesia yang menjadi konsumennya, dan mereka juga yang mengepalai perusahaan-perusahaan yang menguasai pasar. Uang lari ke mereka dan negaranya, kekuasaan jatuh ke mereka dan negaranya. Dengan adanya Harta dan Tahta, bukan tidak mungkin wanita juga akan mereka ambil. Sudah bukan rahasia lagi jika umumnya cewe cewe lokal has a thing with 'bule', ga semua emang, tapi umum.

Mungkin ini skenario terburuk yang semoga tidak terjadi. Tetapi jika akan terjadi, tampaknya kita perlu mempersiapkan diri untuk meng-counter ini

Sunday, August 16, 2009

Seputar Nasionalisme

Kemaren sempet liat berita di TV, lagi meliput tentang sepinya bisnis jual bendera merah putih oleh pedagang kaki lima musiman. Lalu oleh si berita itu, dimunculkan pertanyaan "apakah nasionalisme bangsa ini sudah mulai turun?" kalo gw pikir, aga provokator juga ni berita, jarangnya orang beli bendera baru dikaitkan dengan turunnya sikap nasionalisme. Mungkin aja justru sebaliknya, nasionalisme orang-orang makin tinggi sehingga bendera dari tahun lalu bener-bener disimpan dengan baik sehingga tinggal digunakan lagi tahun ini, hehe.

Tapi mau ga mau merasuk ke otak gw sehingga tergelitik untuk mencoba sedikit memikirkan, setidaknya jawaban 'ya' atau 'tidak'. Tapi kemudian berita tersebut memberikan gw satu alasan yang mungkin mendukung untuk menjawab 'ya' (berartinya turunnya nasionalisme), yaitu tentang berita TKW yang disiksa di Uni Emirat Arab. Disana diberitakan seorang TKW dari bekasi, karawang kalo ga salah, di sekujur tubuhnya penuh luka-luka, ada yang kayak bekas pukul, ada yang kayak bekas bakar, ada yang bekas sayat, pokoknya memprihantinkan lah. Ditambah lagi, gaji 15 bulan belom dibayarkan (sekali lagi, katanya si berita).

Meski akhir-akhir ini sedikit meragukan media karena kelebay-annya, gw kondisikan diri gw percaya bulet-bulet. Dan hal ini tampak.... gimana ya.... mayan kecewa sih ngeliatnya. Kayak pemerintah Indonesia ga peduli gitu ama rakyatnya yang mungkin mendatangkan devisa buat negara. Kalo mikir dari sudut pandang negara, penganiyaan mungkin mereka pikir insignifikan, tapi kalo sampe gaji 15 bulan yang dijanjikan ga dibayarkan juga engga mereka urus, itu dah merugikan negara namanya. Kedubes disana kerjaannya ngapain aja y? kok hal kayak begini bisa ga keurus.

besok 64 Tahun Indonesia Merdeka. Semoga kedepannya bangsa ini lebih baik dari yang sudah-sudah, baik dari rakyatnya yang meningkat nasionalismenya, maupun dari pemerintah yang meningkat rasa cinta terhadap rakyatnya.

Seputar Nasionalisme

Kemaren sempet liat berita di TV, lagi meliput tentang sepinya bisnis jual bendera merah putih oleh pedagang kaki lima musiman. Lalu oleh si berita itu, dimunculkan pertanyaan "apakah nasionalisme bangsa ini sudah mulai turun?" kalo gw pikir, aga provokator juga ni berita, jarangnya orang beli bendera baru dikaitkan dengan turunnya sikap nasionalisme. Mungkin aja justru sebaliknya, nasionalisme orang-orang makin tinggi sehingga bendera dari tahun lalu bener-bener disimpan dengan baik sehingga tinggal digunakan lagi tahun ini, hehe.

Tapi mau ga mau merasuk ke otak gw sehingga tergelitik untuk mencoba sedikit memikirkan, setidaknya jawaban 'ya' atau 'tidak'. Tapi kemudian berita tersebut memberikan gw satu alasan yang mungkin mendukung untuk menjawab 'ya' (berartinya turunnya nasionalisme), yaitu tentang berita TKW yang disiksa di Uni Emirat Arab. Disana diberitakan seorang TKW dari bekasi, karawang kalo ga salah, di sekujur tubuhnya penuh luka-luka, ada yang kayak bekas pukul, ada yang kayak bekas bakar, ada yang bekas sayat, pokoknya memprihantinkan lah. Ditambah lagi, gaji 15 bulan belom dibayarkan (sekali lagi, katanya si berita).

Meski akhir-akhir ini sedikit meragukan media karena kelebay-annya, gw kondisikan diri gw percaya bulet-bulet. Dan hal ini tampak.... gimana ya.... mayan kecewa sih ngeliatnya. Kayak pemerintah Indonesia ga peduli gitu ama rakyatnya yang mungkin mendatangkan devisa buat negara. Kalo mikir dari sudut pandang negara, penganiyaan mungkin mereka pikir insignifikan, tapi kalo sampe gaji 15 bulan yang dijanjikan ga dibayarkan juga engga mereka urus, itu dah merugikan negara namanya. Kedubes disana kerjaannya ngapain aja y? kok hal kayak begini bisa ga keurus.

besok 64 Tahun Indonesia Merdeka. Semoga kedepannya bangsa ini lebih baik dari yang sudah-sudah, baik dari rakyatnya yang meningkat nasionalismenya, maupun dari pemerintah yang meningkat rasa cinta terhadap rakyatnya.